Saturday, 27 June 2015

Penerapan produksi bersih pada industry nata de coco



 

Industri nata de coco merupakan salah satu industri pangan yang mengolah air kelapa untuk dijadikan nata baik yang siap dikonsumsi maupun yang dijual kembali dalam bentuk mentah untuk digunakan oleh industri lain. Usaha industry kecil yang bergerak dibidang pengolahan bahan baku air kelapa menjadi minuman segar nata de coco telah berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini. Akan tetapi, kegiatan produksi dari industri nata de coco banyak menghasilkan limbah yang jika dibuang akan membahayakan bagi lingkungan. Limbah ini bisa mengakibatkan terjadinya pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran lahan pertanian dan sebagainya.

Limbah yang dihasilkan dari industri nata dapat ditangani dengan menerapkan konsep produksi bersih, sehingga mengurangi biaya penanganan limbah, mengurangi kerusakan lingkungan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi industri nata de coco. Upaya penerapan produksi bersih ini dapat dilakukan dalam seluruh kegiatan perusahaan. Oleh karena itu, industri nata de coco sebagai salah satu industri kecil minuman ringan perlu melakukan upaya untuk menerapkan konsep produksi bersih yang sebaik-baiknya. 

Produksi bersih merupakan sebuah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif atau pencegahan dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut, memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan memberikan tingkat efisiensi yang lebih baik pada penggunaan bahan mentah, energi dan air, mendorong performansi lingkungan yang lebih baik, melalui pengurangan sumber-sumber pembangkit limbah dan emisi serta mereduksi dampak produk terhadap lingkungan. Produksi bersih berfokus pada usaha pencegahan terbentuknya limbah, yang merupakan salah satu indikator inefisiensi. Dengan demikian, usaha pencegahan tersebut harus dilakukan sejak awal proses produksi dengan mengurangi terbentuknya limbah serta pemanfaatan limbah yang terbentuk melalui daur ulang.

Keberhasilan upaya ini akan menghasilkan penghematan yang besar karena penurunan biaya produksi yang signifikan sehingga pendekatan ini dapat menjadi sumber pendapatan. Tujuan dari kegiatan penerapan produksi bersih pada industri minuman ringan nata de coco adalah: memperkenalkan konsep produksi bersih pada industri kecil minuman ringan nata de coco, memberikan opsi produksi bersih yang mungkin dilaksanakan oleh industri nata de coco, mengurangi limbah yang dihasilkan dari produksi nata de coco dan meningkatkan pendapatan pengusaha industri kecil nata de coco dengan kegiatan pengolahan limbah yang dilakukan.

Opsi produksi bersih untuk penanganan limbah yang dapat dilakukan oleh industry nata de coco dengan pembuatan pupuk, pembuatan jelly drink dan penyaringan limbah cair. Konsep produksi bersih sangat perlu untuk diperkenalkan kepada industri nata de coco untuk mengatasi masalah limbah. Limbah industri nata de coco yang ditemukan di Kota Padang berupa kotoran hasil penyaringan air kelapa, limbah cair, lapisan kulit nata de coco, nata yang tidak terpakai (hasil panen yang gagal), sisa potongan nata de coco dan sisa plastik pengemasan. 

Opsi produksi bersih yang dapat dilakukan untuk penanganan limbah tersebut, yaitu pembuatan pupuk, pembuatan jelly drink dan pembuatan bak penyaringan limbah cair. Pelaksanaan opsi produksi bersih ini selain dapat mengatasi masalah limbah juga diharapkan dapat meningkatan pendapatan industry karena adanya produk lain yang dapat dihasilkan. Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa penerapan produksi besih dapat menguntungkan bagi industri, terutama dalam hal ini industri nata de coco. Karena limbah yang dihasilkan dalam industry tidak terbuang percuma sehingga dapat mencemari lingkungan. Namun dapat menghasilkan produksi yang lain yang dapat lebih dimanfaatkan.




Referensi               Rini hakimi, DKK, penerapan produksi bersih pada nata de coco di kota  
                        padang. 

                                Forlink. 2000. Paket Info Produksi Bersih. http://www.forlink.dml.or.id /
                        pinfob/ 11.htm.


 


Monday, 22 June 2015

Kalau belom tau Raised Accsees Floor, bukan anak sipil namanya !!!



Raised Accsees Floor  merupakan lantai dengan sistem angkat yang bertujuan untuk meninggikan suatu ruangan untuk keperluan instalasi kabel, media distribusi udara, instalasi perpipaan dan keperluan lainya. Raised accsees Floor atau bisa juga disebut Raised Floor biasanya di gunakan di ruangan computer, ruangan control, ruangan perkantoran, airport tower dan  lain lain. Raised Floor memiliki ukuran standart 60 x 60 cm dan 50 x 50 cm. Umumnya ukuran 50 x50 lebih mahal dibandingkan dengan ukuran 60 x 60 cm, ini di karenakan jika semakin banyak panel maka kaki (pedestalnya) juga semakin banyak, selain itu istalasinya juga lebih mudah dan ringan, jadi di saat akan direlokasi akan sangat memudahkan.  

Keunggulan mengunakan Raised Floor :

1.       Mudah dipasang dalam waktu singkat.
2.       Ketinggian lantai biasa diatur sesuai dengan tinggi kaki atau Pedestal.
3.       Ubin atau panel panelnya kapanpun bisa di angkat.
4.       Memungkinkan untuk dibongkar kembali saat akan direlokasi.
5.       Dari Segi Architecture akan menunjukkan kesan yang rapi di dalam ruangan. 

Raised Accsees Floor banyak digunakan untuk kebutuhan :

1.       Office Automation Foor
2.       Computer Rooms
3.       Control Rooms
4.       Clean Rooms
5.       X-Ray Rooms
6.       General Office
7.       Laboratories
8.       Airport Control Tower
9.       Station
10.    Hotels
11.    Factories

Bagian Bagian Raised Accsees floor :

1.       Panels ukurann 50 x 50  atau 60 x 60 cm
2.       Kaki Panel (pedestal) dengan ketinggian 6 cm  - 100 cm
3.       Option panel sesuai dengan kebutuhan ruangan.


Prosedur pemasangan Raised Floor :

1.       Menentukan titik awal pemasangan raised floor
2.       Menyesuaikan ketinggian kaki (pedestal) dengan elevasi yang telah di tentukan.
3.       Menyesuaikan elevasi pedestal dengan elevasi lantai.
4.       Memasang kaki (pedestal) mengunakan Lem khusus.
5.       Memasang panel dan mengunci panel.
6.       Memasang karpet.